<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Arif Romdhoni</title>
	<atom:link href="http://arif.romdhoni.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://arif.romdhoni.com</link>
	<description>Ikatlah ilmu dengan mencatat</description>
	<lastBuildDate>Fri, 20 Nov 2009 16:53:05 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.6</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Blank</title>
		<link>http://arif.romdhoni.com/2009/11/20/blank/</link>
		<comments>http://arif.romdhoni.com/2009/11/20/blank/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 20 Nov 2009 16:51:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>arifromdhoni</dc:creator>
				<category><![CDATA[Harihari]]></category>
		<category><![CDATA[blank]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arif.romdhoni.com/2009/11/20/blank/</guid>
		<description><![CDATA[
&#8230;
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;">
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 384px"><img class=" " title="Blank" src="http://lh3.ggpht.com/_0w-3qM-vakw/SwbI7pIKxwI/AAAAAAAAAKk/3P7gzJufobE/blank.jpg" alt="Blank" width="374" height="297" /><p class="wp-caption-text">Blank</p></div>
<p><span id="more-62"></span>&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arif.romdhoni.com/2009/11/20/blank/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>14</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hujan</title>
		<link>http://arif.romdhoni.com/2009/11/19/hujan/</link>
		<comments>http://arif.romdhoni.com/2009/11/19/hujan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 19 Nov 2009 14:56:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>arifromdhoni</dc:creator>
				<category><![CDATA[Harihari]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arif.romdhoni.com/?p=56</guid>
		<description><![CDATA[Alhamdulillaah. Puji syukur bagi Allah, Rabb semesta alam. Dalam beberapa hari ini, hujan senantiasa mengguyur di daerah tempat tinggal penulis. Rintik hujan yang teratur menghasilkan melodi yang merdu yang menemani rutinitas kami di sore hari. Sedangkan di bagian negeri yang lain, hujan masih tetap dinanti.
Turunnya hujan adalah satu dari sekian banyak nikmat yang Allah berikan ]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 516px"><img title="Hujan" src="http://lh6.ggpht.com/_0w-3qM-vakw/SwUknhKmrEI/AAAAAAAAAJs/NW_dc3BJRiM/Rain.jpg" alt="Hujan" width="506" height="338" /><p class="wp-caption-text">Hujan</p></div>
<p>Alhamdulillaah. Puji syukur bagi Allah, <em>Rabb</em> semesta alam. Dalam beberapa hari ini, hujan senantiasa mengguyur di daerah tempat tinggal penulis. Rintik hujan yang teratur menghasilkan melodi yang merdu yang menemani rutinitas kami di sore hari. Sedangkan di bagian negeri yang lain, hujan masih tetap dinanti.</p>
<p><span id="more-56"></span>Turunnya hujan adalah satu dari sekian banyak nikmat yang Allah berikan kepada kita. Jika kita mencoba menghitung nikmat Allah, tentulah kita tidak akan bisa menghitungnya. Namun lihatlah sekeliling kita, atau bahkan pada diri kita sendiri, apakah kita bersyukur dengan hadirnya hujan tersebut, atau malah kita membencinya?</p>
<p><em>&#8220;Wah kok hujan ya?&#8221;</em>, mungkin keluhan ini sering muncul dari mulut kita. Tak sadar kita telah mulai mengeluh atas nikmat yang diberikan kepada kita. Padahal jika Allah mencabut nikmat tersebut, siapalah lagi yang hendak memberikannya kepada kita? Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.</p>
<p>Di kala musim hujan seperti ini, mungkin sebagian dari aktivitas kita perlu untuk diorganisir kembali. Jika memang secara rutin di waktu tertentu hujan turun, itu lebih mudah bagi kita untuk menyesuaikan aktivitas kita. Adapun bila hujan turun sewaktu-waktu dan tidak bisa ditentukan waktunya, maka diperlukan persiapan kalau-kalau hujan turun. Jas hujan dan atau payung merupakan perlengkapan yang sebisa mungkin tidak ketinggalan. Tidak enak dong jika selalu meminjam punya orang lain, padahal orang yang dipinjami itu mungkin lebih membutuhkan dari kita.</p>
<p>So, jangan mengeluh jika hujan tiba. Jangan pula mengeluh jika panas masih terasa. Karena Allah telah menentukan nikmat-Nya bagi kita. Hendaknya kita senantiasa bersyukur kepada-Nya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arif.romdhoni.com/2009/11/19/hujan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Berpikir &#8230; Berpikir .. Berpikir ..</title>
		<link>http://arif.romdhoni.com/2009/11/18/berpikir-berpikir-berpikir/</link>
		<comments>http://arif.romdhoni.com/2009/11/18/berpikir-berpikir-berpikir/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 18 Nov 2009 13:44:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>arifromdhoni</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arif.romdhoni.com/?p=52</guid>
		<description><![CDATA[Pernah merasa sulit berpikir? Pikiran seolah seperti blank. Tidak tahu apa yang harus diperbuat. Apalagi jika di waktu-waktu yang genting dan krusial? Di mana beban pikiran sedang berada di puncak? Jika saat demikian apa yang dilakukan?
Jadi ingat iklan PLN, matikan lampu yang tak berguna waktu beban puncak. Istirahatkan pikiran barang sejenak ketika beban puncak. Sebagai ]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 318px"><img title="Berpikir" src="http://lh5.ggpht.com/_0w-3qM-vakw/SwO8uTk0bUI/AAAAAAAAAIo/Bzq4W4ngtFs/pusing1.jpg" alt="Berpikir" width="308" height="400" /><p class="wp-caption-text">Berpikir</p></div>
<p>Pernah merasa sulit berpikir? Pikiran seolah seperti <em>blank</em>. Tidak tahu apa yang harus diperbuat. Apalagi jika di waktu-waktu yang genting dan krusial? Di mana beban pikiran sedang berada di puncak? Jika saat demikian apa yang dilakukan?</p>
<p><span id="more-52"></span>Jadi ingat iklan PLN, matikan lampu yang tak berguna waktu beban puncak. Istirahatkan pikiran barang sejenak ketika beban puncak. Sebagai makhluk yang lemah, manusia punya keterbatasan. Pun pikiran manusia juga memiliki batasan. Oleh karenanya, tidak seyogyanya jika kita meng-<em>overload</em> pikiran kita. Bisa jadi, jika sudah maksimal malah <em>drop</em>. Rasa hati ingin segera menyelesaikan masalah, <em>eh</em> malah menambah masalah. Jatuh sakit, tak bisa ke mana-mana, produktifitas menurun.</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 510px"><img title="Istirahat" src="http://lh6.ggpht.com/_0w-3qM-vakw/SwO9dP7SO3I/AAAAAAAAAIs/OSTIuyuvCjw/pusing-2.jpg" alt="Istirahat" width="500" height="334" /><p class="wp-caption-text">Istirahat</p></div>
<p>Allah pun tidak membebani manusia  kecuali sesuai dengan kemampuannya. Maka hendaknyalah kita juga mengetahui seberapa besar kemampuan diri kita sehingga kita dapat beramal sesuai kemampuan, tidak lebih tidak kurang. Bukankah sebaik-baik perkara adalah yang tengah-tengah?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arif.romdhoni.com/2009/11/18/berpikir-berpikir-berpikir/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>SyntaxHighlighter</title>
		<link>http://arif.romdhoni.com/2009/11/17/syntaxhighlighter/</link>
		<comments>http://arif.romdhoni.com/2009/11/17/syntaxhighlighter/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 17 Nov 2009 14:53:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>arifromdhoni</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tutorial]]></category>
		<category><![CDATA[codecolorer]]></category>
		<category><![CDATA[syntaxhighlighter]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arif.romdhoni.com/?p=41</guid>
		<description><![CDATA[<a href="http://lh3.ggpht.com/_0w-3qM-vakw/SwM4RRGaU-I/AAAAAAAAAII/eUeqJpLVABg/syntax-highlighter.png"><img alt="" src="http://lh3.ggpht.com/_0w-3qM-vakw/SwM4RRGaU-I/AAAAAAAAAII/eUeqJpLVABg/s640/syntax-highlighter.png" title="Syntax Highlighter" class="aligncenter" width="640" height="191" /></a>

Jika <a title="Source code di wordpress (CodeColorer)" href="http://arif.romdhoni.com/2009/11/14/sourcecode-di-wordpress/" target="_blank">sebelumnya</a> kita menggunakan CodeColorer untuk menuliskan <em>source code</em> di wordpress. Maka sekarang kita akan mencoba menuliskan sintaks yang sama dengan <em>plugin</em> yang lain, yakni <a title="Syntax Highlighter" href="http://wordpress.org/extend/plugins/syntaxhighlighter/" target="_blank">SyntaxHighlighter</a]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://lh3.ggpht.com/_0w-3qM-vakw/SwM4RRGaU-I/AAAAAAAAAII/eUeqJpLVABg/syntax-highlighter.png"><img alt="" src="http://lh3.ggpht.com/_0w-3qM-vakw/SwM4RRGaU-I/AAAAAAAAAII/eUeqJpLVABg/s640/syntax-highlighter.png" title="Syntax Highlighter" class="aligncenter" width="384" height="115" /></a></p>
<p>Jika <a title="Source code di wordpress (CodeColorer)" href="http://arif.romdhoni.com/2009/11/14/sourcecode-di-wordpress/" target="_blank">sebelumnya</a> kita menggunakan CodeColorer untuk menuliskan <em>source code</em> di wordpress. Maka sekarang kita akan mencoba menuliskan sintaks yang sama dengan <em>plugin</em> yang lain, yakni <a title="Syntax Highlighter" href="http://wordpress.org/extend/plugins/syntaxhighlighter/" target="_blank">SyntaxHighlighter</a>.</p>
<p><span id="more-41"></span></p>
<p>Proses instalasi dan aktivasi mirip dengan <em>plugin</em> CodeColorer. Adapun penggunaannya sedikit berbeda. Jika dalam CodeColorer, <em>tag</em> yang digunakan:</p>
<pre>&#91;cc]&#91;/cc]</pre>
<p>maka dalam SyntaxHighlighter dipakai sintaks:</p>
<pre>&#91;sourcecode]&#91;/sourcecode]</pre>
<p>Sebagai contoh, kita dapat menuliskan sintaks berikut:</p>
<pre>&#91;sourcecode lang="csharp"]private static string aString;&#91;/sourcecode]</pre>
<p>Hasilnya akan menjadi seperti berikut:</p>
<pre class="brush: csharp;">private static string aString;</pre>
<p>Dari hasil di atas, penulis menyimpulkan bahwa syntaxhighlighter memiliki kelebihan dibandingkan dengan codecolorer, yakni adanya <em>icon</em> yang muncul ketika mouse melewati kode, dengan <em>script</em> untuk melihat kode atau mencetaknya (<em>print</em>), serta tampilan yang lebih <em>eye catching</em>.</p>
<p>Terima kasih kepada akhi <a title="Ihsan syabani" href="http://ihsan.syabani.org" target="_blank">Ihsan</a> yang telah memberikan inspirasi.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arif.romdhoni.com/2009/11/17/syntaxhighlighter/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pemadaman Listrik dan Earth Hour</title>
		<link>http://arif.romdhoni.com/2009/11/16/pemadaman-listrik-dan-earth-hour/</link>
		<comments>http://arif.romdhoni.com/2009/11/16/pemadaman-listrik-dan-earth-hour/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Nov 2009 01:10:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>arifromdhoni</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arif.romdhoni.com/?p=37</guid>
		<description><![CDATA[Akhir-akhir ini, kembali sering muncul berita mengenai pemadaman listrik. Adanya pemadaman ini, mengingatkan penulis pada sebuah momen yang pernah gencar dikampanyekan, yakni Earth Hour.

Masih ingatkah di benak kita bahwa beberapa waktu yang lalu, sempat digembar-gemborkan mengenai E.H a.k.a Earth Hour. Dilaksanakan tepatnya pada tanggal 28 Maret 2009 pukul 20.30 WIB. Banyak media yang mengkampanyekan mengenai ]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><img title="Earth Hour Logo (Taken From Internet)" src="http://lh4.ggpht.com/_0w-3qM-vakw/SwClyOsrjLI/AAAAAAAAAGs/e8Fahifhq-Q/earth-hour.jpg" alt="Earth Hour Logo (Taken From Internet)" width="300" height="294" /><p class="wp-caption-text">Earth Hour Logo (Taken From Internet)</p></div>
<p>Akhir-akhir ini, kembali sering muncul berita mengenai pemadaman listrik. Adanya pemadaman ini, mengingatkan penulis pada sebuah momen yang pernah gencar dikampanyekan, yakni <em>Earth Hour</em>.</p>
<p><span id="more-37"></span></p>
<p>Masih ingatkah di benak kita bahwa beberapa waktu yang lalu, sempat digembar-gemborkan mengenai E.H <em>a.k.a</em> Earth Hour. Dilaksanakan tepatnya pada tanggal 28 Maret 2009 pukul 20.30 WIB. Banyak media yang mengkampanyekan mengenai hal ini. Dan banyak pula orang-orang yang ikut mendukung hal ini. Mereka mematikan lampu-lampu dan barang-barang elektronis lainnya selama satu jam secara bersamaan. Dan disebutkan pula bahwa dengan adanya program ini, maka terjadi penghematan yang besar. Beberapa penghematan tersebut mungkin dapat dilihat di situs berikut:</p>
<pre>http://www.earthhour.wwf.or.id/about.php</pre>
<p>Perbedaannya, jika pada waktu tersebut, orang-orang secara &#8220;sadar&#8221; mematikan lampu, maka pada saat pemadaman listrik orang-orang &#8220;dipaksa&#8221; untuk tidak dapat menyalakan lampu. Dan respon yang terjadi pun berbeda. Orang yang melakukan dengan sadar tentu lebih dapat menerima daripada orang yang melakukan dengan terpaksa. Hasilnya, banyak komplain mengenai pemadaman bergilir ini.</p>
<p>Selain itu, tentu saja dari pihak industri juga terkena imbasnya. Bagaimana bisa berproduksi sedangkan listrik tidak menyala? Sedangkan mesin-mesin yang ada tentu saja membutuhkan pasokan listrik? Dan hal ini mungkin berdampak pada perekonomian yang lebih luas.</p>
<p>Mungkin kita memang telah mengalami kebergantungan dengan listrik. Lihatlah berapa jam sehari kita berinteraksi dengan alat-alat listrik. Misalnya: Komputer, televisi, radio, lampu, rice cooker, dan magic jar. Jika kita berkaca, apakah kita telah menggunakan peralatan tersebut dengan optimal?</p>
<p>Yah, mungkin terlalu idealis jika dikatakan secara optimal. Namun yang perlu dicatat bahwa hendaknya kita mulai interospeksi, matikan alat-alat yang memang tidak perlu dinyalakan. Tidak usah menunggu waktu-waktu khusus, tanggal sekian, jam sekian. Matikan televisi di saat tayangan yang tidak berguna, terutama saat tayangan-tayangan yang dapat memicu dosa. Selain kita memperoleh manfaat dari penghematan listrik, kita juga dapat manfaat dari pengendalian diri dan penjagaan hati.</p>
<p>Program <em>Earth Hour</em> yang dulu sempat digencar-gencarkan tentu saja hanya akan menjadi ritual belaka yang tidak memiliki makna jika pada akhirnya kita tidak pernah melakukan penghematan listrik dalam keseharian kita. Menurut hemat penulis, tidaklah perlu adanya <em>E.H</em>, yang lebih penting adalah bagaimana kita lebih berhemat dalam listrik, lebih efektif dalam penggunaannya, dan lebih efisien.</p>
<p>Adapun bila terjadi pemadaman di lingkungan kita, dapat diambil positifnya, bahwa kita bisa mencoba melakukan hal lain yang tidak membutuhkan adanya listrik. Tentu saja, kita juga berharap pemadaman listrik bergilir yang ada saat ini segera berakhir karena banyak industri yang tidak dapat berjalan tanpa pasokan listrik, serta tingginya kebutuhan kita akan adanya listrik.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arif.romdhoni.com/2009/11/16/pemadaman-listrik-dan-earth-hour/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Google Chrome Theme</title>
		<link>http://arif.romdhoni.com/2009/11/15/google-chrome-theme/</link>
		<comments>http://arif.romdhoni.com/2009/11/15/google-chrome-theme/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 15 Nov 2009 01:20:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>arifromdhoni</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tutorial]]></category>
		<category><![CDATA[chrome]]></category>
		<category><![CDATA[chrome theme]]></category>
		<category><![CDATA[theme online install]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arif.romdhoni.com/?p=30</guid>
		<description><![CDATA[Pernah menggunakan google chrome? Jika belum, anda dapat mengunduhnya di sini. Adapun informasi lebih jauh mengenai google chrome dapat dilihat di sini. Menurut penulis, chrome ini merupakan salah satu browser yang bagus dan cukup ringan, dengan pengaya yang cukup untuk browsing standar. Salah satu kelebihan chrome ini adalah kita bisa mengeset theme di browser kita.

Untuk ]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 458px"><a href="http://lh5.ggpht.com/_0w-3qM-vakw/Sv9MMQOMUfI/AAAAAAAAAFI/AtFeSEtBv44/chrome.jpg"><img title="Google Chrome" src="http://lh5.ggpht.com/_0w-3qM-vakw/Sv9MMQOMUfI/AAAAAAAAAFI/AtFeSEtBv44/s640/chrome.jpg" alt="Google Chrome Browser" width="448" height="358" /></a><p class="wp-caption-text">Google Chrome Browser</p></div>
<p>Pernah menggunakan google chrome? Jika belum, anda dapat mengunduhnya <a title="Google Chrome Download Link" href="http://www.google.com/chrome/?hl=en" target="_blank">di sini</a>. Adapun informasi lebih jauh mengenai google chrome dapat dilihat <a title="Google Chrome Information" href="http://www.google.com/chrome/intl/en/features.html?hl=en&amp;brand=CHMA&amp;utm_campaign=id&amp;utm_source=id-ha-apac-id-bk&amp;utm_medium=ha" target="_blank">di sini</a>. Menurut penulis, chrome ini merupakan salah satu <em>browser</em> yang bagus dan cukup ringan, dengan pengaya yang cukup untuk browsing standar. Salah satu kelebihan chrome ini adalah kita bisa mengeset <em>theme</em> di browser kita.</p>
<p><span id="more-30"></span></p>
<p>Untuk mengeset <em>theme</em>, seharusnya dilakukan secara online. Dengan anggapan bahwa chrome telah terinstall dengan baik, pengesetan secara online dapat dilakukan sebagai berikut:</p>
<ol>
<li>Membuka aplikasi google chrome mode normal, <strong><span style="text-decoration: underline;">bukan</span></strong> <em>incognito</em>.</li>
<li>Klik tombol setting di bagian kanan atas, lalu masuk ke bagian options.
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 282px"><a href="http://lh5.ggpht.com/_0w-3qM-vakw/Sv9QpmJbOvI/AAAAAAAAAFU/v-TfU64OEFM/chrome-setting-options.jpg"><img title="Google Chrome Options Button" src="http://lh5.ggpht.com/_0w-3qM-vakw/Sv9QpmJbOvI/AAAAAAAAAFU/v-TfU64OEFM/chrome-setting-options.jpg" alt="Google Chrome Options Button" width="272" height="320" /></a><p class="wp-caption-text">Google Chrome Options Button</p></div></li>
<li>Akan muncul jendela &#8220;Google Chrome Options&#8221;, pilih tab &#8220;Personal Stuff&#8221;.
<p><div class="wp-caption aligncenter" style="width: 412px"><a href="http://lh5.ggpht.com/_0w-3qM-vakw/Sv9QprhX8XI/AAAAAAAAAFY/tAyi5zc8GnY/chrome-options.jpg"><img title="Google Chrome Options Window" src="http://lh5.ggpht.com/_0w-3qM-vakw/Sv9QprhX8XI/AAAAAAAAAFY/tAyi5zc8GnY/chrome-options.jpg" alt="Google Chrome Options Window" width="402" height="432" /></a><p class="wp-caption-text">Google Chrome Options Window</p></div></li>
<li>Di bagian kanan bawah (di dalam tab tersebut), klik tombol &#8220;Get themes&#8221;</li>
<li>Nantinya google chrome akan membuka tab baru dengan halaman spt ini,
<pre>https://tools.google.com/chrome/intl/en/themes/index.html</pre>
</li>
<li>Anda dapat memilih tab di bawah &#8220;Themes Gallery&#8221; di bagian kiri atas, apakah hendak menggunakan &#8220;Themes by Artists&#8221;
<p><div class="wp-caption aligncenter" style="width: 393px"><a href="http://lh3.ggpht.com/_0w-3qM-vakw/Sv9VfynYyYI/AAAAAAAAAFc/WYv0cbo4rdc/chrome-theme-by-artists.jpg"><img title="Google Chrome Themes By Artists" src="http://lh3.ggpht.com/_0w-3qM-vakw/Sv9VfynYyYI/AAAAAAAAAFc/WYv0cbo4rdc/s912/chrome-theme-by-artists.jpg" alt="Google Chrome Themes By Artists" width="383" height="307" /></a><p class="wp-caption-text">Google Chrome Themes By Artists</p></div>
<p>atau &#8220;Themes by Google&#8221;.</p>
<p><div class="wp-caption aligncenter" style="width: 393px"><a href="http://lh5.ggpht.com/_0w-3qM-vakw/Sv9VfxD6W_I/AAAAAAAAAFg/p5t4zJf80iQ/chrome-theme-by-google.jpg"><img title="Google Chrome Themes By Google" src="http://lh5.ggpht.com/_0w-3qM-vakw/Sv9VfxD6W_I/AAAAAAAAAFg/p5t4zJf80iQ/s912/chrome-theme-by-google.jpg" alt="Google Chrome Themes By Google" width="383" height="307" /></a><p class="wp-caption-text">Google Chrome Themes By Google</p></div></li>
<li>Untuk mengaplikasikan theme, klik tombol &#8220;Apply theme&#8221;. Tunggulah sebentar, karena nantinya chrome akan mengunduh themes tersebut dan memasangkannya untuk anda.</li>
</ol>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arif.romdhoni.com/2009/11/15/google-chrome-theme/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sourcecode di Wordpress?</title>
		<link>http://arif.romdhoni.com/2009/11/14/sourcecode-di-wordpress/</link>
		<comments>http://arif.romdhoni.com/2009/11/14/sourcecode-di-wordpress/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 14 Nov 2009 02:49:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>arifromdhoni</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tutorial]]></category>
		<category><![CDATA[codecolorer]]></category>
		<category><![CDATA[kode sumber]]></category>
		<category><![CDATA[sourcecode]]></category>
		<category><![CDATA[wordpress]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arif.romdhoni.com/?p=16</guid>
		<description><![CDATA[Baru memperoleh ilmu bagaimana menulis <em>sourcecode</em> di wordpress. Selama ini seringkali hanya melihat-lihat teman yang menuliskan kode sumber dari hasil karyanya]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img alt="" src="http://lh3.ggpht.com/_0w-3qM-vakw/SwM4RbUWJzI/AAAAAAAAAIE/W-bHgBLfX5s/code-colorer.png" title="Code Colorer" class="aligncenter" width="436" height="155" /></p>
<p>Baru memperoleh ilmu bagaimana menulis <em>sourcecode</em> di wordpress. Selama ini seringkali hanya melihat-lihat teman yang menuliskan kode sumber dari hasil karyanya.<span id="more-16"></span></p>
<p>Secara mudah, sebenarnya kita dapat menuliskan <em>sourcecode</em> di wordpress dengan menggunakan tag <em>&lt;code&gt;</em>. Misalkan sebagai berikut:
<pre>&lt;code&gt;private static string aString;&lt;/code&gt;</pre>
<p>Hasilnya sebagai berikut:</p>
<div class="codecolorer-container text default" style="overflow:auto;white-space:nowrap;border: 1px solid #9F9F9F;width:435px;"><div class="text codecolorer" style="padding:5px;font:normal 12px/1.4em Monaco, Lucida Console, monospace;white-space:nowrap">private static string aString;</div></div>
<p>Akan tetapi, secara default kode tersebut tidak memiliki warna (<em>highlight</em>). Untuk memperoleh tampilan yang lebih cantik, kita dapat menggunakan <em>plugin</em> yang saat ini telah beredar, di antaranya adalah CodeColorer. Saat ini saya menggunakan CodeColorer versi 0.9.5 yang dapat diunduh <a title="CodeColorer versi 0.9.5" href="http://downloads.wordpress.org/plugin/codecolorer.0.9.5.zip" target="_blank">di sini</a>.</p>
<p>Cara penggunaannya:</p>
<ol>
<li>Unduh <em>plugin</em> tersebut, kemudian <em>extract</em> ke dalam folder:
<pre>{root-folder}/wp-content/plugins/</pre>
</li>
<li>Masuk ke dalam area pengguna (<em>login</em>) dan menuju ke bagian <em>plugins</em>. Aktifkan <em>plugin</em> CodeColorer dengan cara menekan link <em>Activate</em>.</li>
<li>Sampai di sini, seharusnya <em>plugin</em> CodeColorer tersebut telah terinstall.</li>
<li>Sebagai contoh, kita dapat mem-<em>post</em>-kan <em>sourcecode</em> di atas (misalkan dalam bahasa csharp) dengan penulisan sebagai berikut:
<pre>&#91;cc lang="csharp"]private static string aString;[/cc&#93;</pre>
<p>Hasilnya sebagai berikut:</p>
<div class="codecolorer-container csharp default" style="overflow:auto;white-space:nowrap;border: 1px solid #9F9F9F;width:435px;"><div class="csharp codecolorer" style="padding:5px;font:normal 12px/1.4em Monaco, Lucida Console, monospace;white-space:nowrap"><span style="color: #0600FF;">private</span> <span style="color: #0600FF;">static</span> <span style="color: #FF0000;">string</span> aString<span style="color: #008000;">;</span></div></div>
</li>
<li>Selain <em>csharp</em>, CodeColorer juga mendukung bahasa-bahasa lainnya, seperti: php, actionscript, actionscript3, c, java, javascript, dll.</li>
</ol>
<p>Tutorial ini dibuat berdasarkan yang penulis baca di
<pre>http&#58;&#47;&#47;kpumuk.info&#47;projects&#47;wordpress-plugins&#47;codecolorer&#47;</pre>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arif.romdhoni.com/2009/11/14/sourcecode-di-wordpress/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ganti Suasana</title>
		<link>http://arif.romdhoni.com/2009/11/14/ganti-suasana/</link>
		<comments>http://arif.romdhoni.com/2009/11/14/ganti-suasana/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 14 Nov 2009 02:14:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>arifromdhoni</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arif.romdhoni.com/?p=14</guid>
		<description><![CDATA[Saatnya berganti suasana, saatnya mengembalikan semangat untuk menulis, dan saatnya untuk mengembalikan semangat untuk berbagi. Sekian lama tidak menulis, rasanya tangan ini berat sekali untuk memulai menulis kembali. Berharap dengan pergantian theme ini, bertambah pula catatan-catatan yang nantinya ada di sini.
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saatnya berganti suasana, saatnya mengembalikan semangat untuk menulis, dan saatnya untuk mengembalikan semangat untuk berbagi. <span id="more-14"></span>Sekian lama tidak menulis, rasanya tangan ini berat sekali untuk memulai menulis kembali. Berharap dengan pergantian theme ini, bertambah pula catatan-catatan yang nantinya ada di sini.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arif.romdhoni.com/2009/11/14/ganti-suasana/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Berhati-hati dalam Memberi Fatwa</title>
		<link>http://arif.romdhoni.com/2008/07/21/berhati-hati-dalam-memberi-fatwa/</link>
		<comments>http://arif.romdhoni.com/2008/07/21/berhati-hati-dalam-memberi-fatwa/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 21 Jul 2008 01:26:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>arifromdhoni</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kutipan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arif.romdhoni.com/?p=12</guid>
		<description><![CDATA[Pertanyaan:
Sebagian ilmuwan dari kalangan para praktisi dakwah dan sebagian penuntut ilmu (thalibul-&#8217;ilm), berbicara tentang masalah-masalah syari&#8217;at padahal mereka bukan ahlinya. Fenomena ini telah memasyarakat di kalangan kaum muslimin sehingga permasalahannya menjadi campur baur. Kami mengharap kepada Syaikh yang mulia untuk menjelaskan fenomena ini, semoga Allah memelihara Syaikh.
Jawaban: 
Seorang muslim wajib memelihara agamanya dan hendaknya tidak ]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal"><strong>Pertanyaan:</strong></p>
<p class="MsoNormal">Sebagian ilmuwan dari kalangan para praktisi dakwah dan sebagian penuntut ilmu (<em>thalibul-&#8217;ilm</em>), berbicara tentang masalah-masalah syari&#8217;at padahal mereka bukan ahlinya. Fenomena ini telah memasyarakat di kalangan kaum muslimin sehingga permasalahannya menjadi campur baur. Kami mengharap kepada Syaikh yang mulia untuk menjelaskan fenomena ini, semoga Allah memelihara Syaikh.<span id="more-12"></span></p>
<p class="MsoNormal"><strong>Jawaban: </strong></p>
<p class="MsoNormal">Seorang muslim wajib memelihara agamanya dan hendaknya tidak meminta fatwa dari yang asal-asalan dan tidak berkompeten, tidak secara tertulis dan tidak juga lewat siaran yang dapat didengar dan tidak dari jalan apa pun, baik yang berbicara itu seorang pakar maupun seorang ahli, karena yang memberikan fatwa harus mantap dalam memberikan fatwa, karena tidak setiap yang memberi fatwa itu berkompeten untuk memberi fatwa, maka harus waspada. Maksudnya, seorang muslim harus menjaga agamanya sehingga tidak terburu-buru dalam segala hal dan tidak menerima fatwa dari yang bukan ahlinya, tapi harus jeli sehingga bersikap hati-hati dalam kebenaran, bertanya kepada <em>ahlul-&#8217;ilmi</em> yang dikenal konsisten dan dikenal dengan keutamaan ilmunya sehingga memelihara agamanya, Allah <em>Subhaanahu Wa Ta&#8217;ala</em> telah berfirman,</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: right; direction: rtl; unicode-bidi: embed;" dir="rtl"><span style="font-size: 22pt; line-height: 115%; font-family: &quot;Segoe UI&quot;,&quot;sans-serif&quot;;" lang="AR-SA">فَسْئَلُوْآ أَهْلَ الذِّكْرَ إِنْ كُنْتُمْ لَا تَعْلَمُوْنَ</span></p>
<p class="MsoNormal">&#8220;Maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan jika kamu tidak mengetahui.&#8221; (An-Nahl: 43).</p>
<p class="MsoNormal"><em>Ahludz-dzikr</em> adalah <em>ahlul-&#8217;ilmi</em> yang menguasai ilmu dari Al-Kitab dan As-Sunnah. Tidak boleh bertanya kepada orang yang agamanya diragukan atau keilmuannya tidak diketahui atau orang yang diketahuinya berpaling dari faham <em>ahlus-sunnah</em>.</p>
<p class="MsoNormal">Majalah Al-Buhuts, edisi 36, hal. 121, Syaikh Ibnu Baz.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal"><strong>Pertanyaan:</strong></p>
<p class="MsoNormal">Saya seorang penuntut ilmu, sering ditujukan kepada saya berbagai pertanyaan tentang macam-macam perkara, baik itu berupa ibadah ataupun lainnya. Saya tahu jawabannya dengan pasti, baik itu saya pernah mendengarnya dari seorang Syaikh atau dari fatwa-fatwa, tapi saya kesulitan menemukan dalilnya yang shahih, saya kesulitan mentarjihnya. Apa saran Syaikh untuk para penuntut ilmu dalam masalah ini?</p>
<p class="MsoNormal"><strong>Jawaban:</strong></p>
<p class="MsoNormal">Jangan memberi fatwa kecuali berdasarkan ilmu. Alihkan mereka kepada selain anda, yaitu kepada yang anda perkirakan lebih baik dari Anda di negeri ini dan lebih mengetahui <em>al-haqq</em>. Jika tidak, maka katakanlah, &#8220;Beri saya waktu untuk mengkaji dalil-dalilnya dan menganalisa masalahnya.&#8221; Setelah anda merasa mantap dengan kebenaran dalil-dalilnya, barulah Anda beri mereka fatwa yang Anda pandang benar.</p>
<p class="MsoNormal">Saya juga sarankan kepada para pengajar, sehubungan dengan pertanyaan ini dan lainnya; Hendaknya mereka peduli dengan membimbing pada mahasiswa dalam masalah yang besar ini, mengarahkan mereka untuk jeli dalam berbagai perkara dan tidak terburu-buru dalam memberi fatwa, serta tidak memastikan suatu perkara kecuali berdasarkan ilmu. Hendaknya para pengajar menjadi teladan bagi mereka dalam sikap <em>tawaqquf</em> (tidak berkomentar) dalam masalah yang sulit dan janji untuk mengkajinya dalam satu atau dua hari atau pada waktu pelajaran berikutnya, sehingga dengan begitu para mahasiswa terbiasa dari ustadznya dengan sikap tidak tergesa-gesa dalam memberi fatwa dan menetapkan hukum, kecuali setelah memastikan dan menganalisa dalilnya serta merasa mantap bahwa yang benar adalah yang diucapkan ustadznya.</p>
<p class="MsoNormal">Tidak ada salahnya untuk menangguhkan pada waktu lain sehingga punya kesempatan untuk mengkaji dalilnya dan menganalisa ucapan-ucapan para <em>ahlul-&#8217;ilmi</em> dalam masalah yang bersangkutan. Adalah Imam Malik, beliau hanya memberi fatwa tentang sedikit permasalahan dan menolak banyak pertanyaan. Beliau mengatakan, &#8220;Saya tidak tahu.&#8221; Demikian juga para <em>ahlul-&#8217;ilmi</em> lainnya.</p>
<p class="MsoNormal">Seorang penuntut ilmu, di antara etikanya adalah tidak tergesa-gesa dan hendaknya mengatakan, &#8220;Saya tidak tahu,&#8221; tentang masalah yang memang tidak diketahuinya. Sementara para pengajar, mereka mempunyai kewajiban besar, yaitu menjadi teladan yang baik bagi para muridnya, baik dalam segi akhlak maupun perbuatan. Di antara akhlak yang mulia adalah membiasakan murid mengatakan, &#8220;Saya tidak tahu,&#8221; dan menangguhkan pertanyaan hingga memahami dalilnya dan mengetahui hukumnya yang disertai dengan kewaspadaan memberi fatwa tanpa ilmu dan menggampangkannya. <em>Wallahu a&#8217;lam</em>.</p>
<p class="MsoNormal">Majalah Al-Buhuts Al-Islamiyyah, edisi 47, hal. 173-174, Syaikh Ibnu Baz.</p>
<p class="MsoNormal">Rujukan: Disalin dari buku Fatwa-Fatwa Terkini Jilid 2, penerbit Darul Haq.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Disalin dengan beberapa perbaikan ejaan dari <strong>SalafiDB</strong> <em>http://salafidb.googlepages.com</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arif.romdhoni.com/2008/07/21/berhati-hati-dalam-memberi-fatwa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Rusak Ilmu</title>
		<link>http://arif.romdhoni.com/2008/07/20/rusak-ilmu/</link>
		<comments>http://arif.romdhoni.com/2008/07/20/rusak-ilmu/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 20 Jul 2008 11:45:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>arifromdhoni</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bahasa Arab]]></category>
		<category><![CDATA[Kata Mutiara]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arif.romdhoni.com/?p=11</guid>
		<description><![CDATA[آفَةُ الْعِلْمِ النِّسْيَانُ
Rusaknya ilmu adalah lupa.
آفَة
Rusak
النِّسْيَانُ
Lupa
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align: right; direction: rtl; unicode-bidi: embed;" dir="rtl"><span style="font-size: 18pt; line-height: 115%; font-family: &quot;Segoe UI&quot;,&quot;sans-serif&quot;;" lang="AR-SA">آفَةُ الْعِلْمِ النِّسْيَانُ</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Rusaknya ilmu adalah lupa.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: right; direction: rtl; unicode-bidi: embed;" dir="rtl"><span style="font-size: 18pt; line-height: 115%; font-family: &quot;Segoe UI&quot;,&quot;sans-serif&quot;;" lang="AR-SA">آفَة</span><span dir="ltr"></span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Rusak</span><span style="font-size: 18pt; line-height: 115%; font-family: &quot;Segoe UI&quot;,&quot;sans-serif&quot;;" dir="rtl" lang="AR-SA"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: right; direction: rtl; unicode-bidi: embed;" dir="rtl"><span style="font-size: 18pt; line-height: 115%; font-family: &quot;Segoe UI&quot;,&quot;sans-serif&quot;;" lang="AR-SA">النِّسْيَانُ</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Lupa</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arif.romdhoni.com/2008/07/20/rusak-ilmu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
