<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Arif Romdhoni &#187; Uncategorized</title>
	<atom:link href="http://arif.romdhoni.com/category/uncategorized/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://arif.romdhoni.com</link>
	<description>Ikatlah ilmu dengan mencatat</description>
	<lastBuildDate>Fri, 20 Nov 2009 16:53:05 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.6</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Berpikir &#8230; Berpikir .. Berpikir ..</title>
		<link>http://arif.romdhoni.com/2009/11/18/berpikir-berpikir-berpikir/</link>
		<comments>http://arif.romdhoni.com/2009/11/18/berpikir-berpikir-berpikir/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 18 Nov 2009 13:44:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>arifromdhoni</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arif.romdhoni.com/?p=52</guid>
		<description><![CDATA[Pernah merasa sulit berpikir? Pikiran seolah seperti blank. Tidak tahu apa yang harus diperbuat. Apalagi jika di waktu-waktu yang genting dan krusial? Di mana beban pikiran sedang berada di puncak? Jika saat demikian apa yang dilakukan?
Jadi ingat iklan PLN, matikan lampu yang tak berguna waktu beban puncak. Istirahatkan pikiran barang sejenak ketika beban puncak. Sebagai ]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 318px"><img title="Berpikir" src="http://lh5.ggpht.com/_0w-3qM-vakw/SwO8uTk0bUI/AAAAAAAAAIo/Bzq4W4ngtFs/pusing1.jpg" alt="Berpikir" width="308" height="400" /><p class="wp-caption-text">Berpikir</p></div>
<p>Pernah merasa sulit berpikir? Pikiran seolah seperti <em>blank</em>. Tidak tahu apa yang harus diperbuat. Apalagi jika di waktu-waktu yang genting dan krusial? Di mana beban pikiran sedang berada di puncak? Jika saat demikian apa yang dilakukan?</p>
<p><span id="more-52"></span>Jadi ingat iklan PLN, matikan lampu yang tak berguna waktu beban puncak. Istirahatkan pikiran barang sejenak ketika beban puncak. Sebagai makhluk yang lemah, manusia punya keterbatasan. Pun pikiran manusia juga memiliki batasan. Oleh karenanya, tidak seyogyanya jika kita meng-<em>overload</em> pikiran kita. Bisa jadi, jika sudah maksimal malah <em>drop</em>. Rasa hati ingin segera menyelesaikan masalah, <em>eh</em> malah menambah masalah. Jatuh sakit, tak bisa ke mana-mana, produktifitas menurun.</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 510px"><img title="Istirahat" src="http://lh6.ggpht.com/_0w-3qM-vakw/SwO9dP7SO3I/AAAAAAAAAIs/OSTIuyuvCjw/pusing-2.jpg" alt="Istirahat" width="500" height="334" /><p class="wp-caption-text">Istirahat</p></div>
<p>Allah pun tidak membebani manusia  kecuali sesuai dengan kemampuannya. Maka hendaknyalah kita juga mengetahui seberapa besar kemampuan diri kita sehingga kita dapat beramal sesuai kemampuan, tidak lebih tidak kurang. Bukankah sebaik-baik perkara adalah yang tengah-tengah?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arif.romdhoni.com/2009/11/18/berpikir-berpikir-berpikir/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pemadaman Listrik dan Earth Hour</title>
		<link>http://arif.romdhoni.com/2009/11/16/pemadaman-listrik-dan-earth-hour/</link>
		<comments>http://arif.romdhoni.com/2009/11/16/pemadaman-listrik-dan-earth-hour/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Nov 2009 01:10:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>arifromdhoni</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arif.romdhoni.com/?p=37</guid>
		<description><![CDATA[Akhir-akhir ini, kembali sering muncul berita mengenai pemadaman listrik. Adanya pemadaman ini, mengingatkan penulis pada sebuah momen yang pernah gencar dikampanyekan, yakni Earth Hour.

Masih ingatkah di benak kita bahwa beberapa waktu yang lalu, sempat digembar-gemborkan mengenai E.H a.k.a Earth Hour. Dilaksanakan tepatnya pada tanggal 28 Maret 2009 pukul 20.30 WIB. Banyak media yang mengkampanyekan mengenai ]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><img title="Earth Hour Logo (Taken From Internet)" src="http://lh4.ggpht.com/_0w-3qM-vakw/SwClyOsrjLI/AAAAAAAAAGs/e8Fahifhq-Q/earth-hour.jpg" alt="Earth Hour Logo (Taken From Internet)" width="300" height="294" /><p class="wp-caption-text">Earth Hour Logo (Taken From Internet)</p></div>
<p>Akhir-akhir ini, kembali sering muncul berita mengenai pemadaman listrik. Adanya pemadaman ini, mengingatkan penulis pada sebuah momen yang pernah gencar dikampanyekan, yakni <em>Earth Hour</em>.</p>
<p><span id="more-37"></span></p>
<p>Masih ingatkah di benak kita bahwa beberapa waktu yang lalu, sempat digembar-gemborkan mengenai E.H <em>a.k.a</em> Earth Hour. Dilaksanakan tepatnya pada tanggal 28 Maret 2009 pukul 20.30 WIB. Banyak media yang mengkampanyekan mengenai hal ini. Dan banyak pula orang-orang yang ikut mendukung hal ini. Mereka mematikan lampu-lampu dan barang-barang elektronis lainnya selama satu jam secara bersamaan. Dan disebutkan pula bahwa dengan adanya program ini, maka terjadi penghematan yang besar. Beberapa penghematan tersebut mungkin dapat dilihat di situs berikut:</p>
<pre>http://www.earthhour.wwf.or.id/about.php</pre>
<p>Perbedaannya, jika pada waktu tersebut, orang-orang secara &#8220;sadar&#8221; mematikan lampu, maka pada saat pemadaman listrik orang-orang &#8220;dipaksa&#8221; untuk tidak dapat menyalakan lampu. Dan respon yang terjadi pun berbeda. Orang yang melakukan dengan sadar tentu lebih dapat menerima daripada orang yang melakukan dengan terpaksa. Hasilnya, banyak komplain mengenai pemadaman bergilir ini.</p>
<p>Selain itu, tentu saja dari pihak industri juga terkena imbasnya. Bagaimana bisa berproduksi sedangkan listrik tidak menyala? Sedangkan mesin-mesin yang ada tentu saja membutuhkan pasokan listrik? Dan hal ini mungkin berdampak pada perekonomian yang lebih luas.</p>
<p>Mungkin kita memang telah mengalami kebergantungan dengan listrik. Lihatlah berapa jam sehari kita berinteraksi dengan alat-alat listrik. Misalnya: Komputer, televisi, radio, lampu, rice cooker, dan magic jar. Jika kita berkaca, apakah kita telah menggunakan peralatan tersebut dengan optimal?</p>
<p>Yah, mungkin terlalu idealis jika dikatakan secara optimal. Namun yang perlu dicatat bahwa hendaknya kita mulai interospeksi, matikan alat-alat yang memang tidak perlu dinyalakan. Tidak usah menunggu waktu-waktu khusus, tanggal sekian, jam sekian. Matikan televisi di saat tayangan yang tidak berguna, terutama saat tayangan-tayangan yang dapat memicu dosa. Selain kita memperoleh manfaat dari penghematan listrik, kita juga dapat manfaat dari pengendalian diri dan penjagaan hati.</p>
<p>Program <em>Earth Hour</em> yang dulu sempat digencar-gencarkan tentu saja hanya akan menjadi ritual belaka yang tidak memiliki makna jika pada akhirnya kita tidak pernah melakukan penghematan listrik dalam keseharian kita. Menurut hemat penulis, tidaklah perlu adanya <em>E.H</em>, yang lebih penting adalah bagaimana kita lebih berhemat dalam listrik, lebih efektif dalam penggunaannya, dan lebih efisien.</p>
<p>Adapun bila terjadi pemadaman di lingkungan kita, dapat diambil positifnya, bahwa kita bisa mencoba melakukan hal lain yang tidak membutuhkan adanya listrik. Tentu saja, kita juga berharap pemadaman listrik bergilir yang ada saat ini segera berakhir karena banyak industri yang tidak dapat berjalan tanpa pasokan listrik, serta tingginya kebutuhan kita akan adanya listrik.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arif.romdhoni.com/2009/11/16/pemadaman-listrik-dan-earth-hour/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ganti Suasana</title>
		<link>http://arif.romdhoni.com/2009/11/14/ganti-suasana/</link>
		<comments>http://arif.romdhoni.com/2009/11/14/ganti-suasana/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 14 Nov 2009 02:14:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>arifromdhoni</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arif.romdhoni.com/?p=14</guid>
		<description><![CDATA[Saatnya berganti suasana, saatnya mengembalikan semangat untuk menulis, dan saatnya untuk mengembalikan semangat untuk berbagi. Sekian lama tidak menulis, rasanya tangan ini berat sekali untuk memulai menulis kembali. Berharap dengan pergantian theme ini, bertambah pula catatan-catatan yang nantinya ada di sini.
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saatnya berganti suasana, saatnya mengembalikan semangat untuk menulis, dan saatnya untuk mengembalikan semangat untuk berbagi. <span id="more-14"></span>Sekian lama tidak menulis, rasanya tangan ini berat sekali untuk memulai menulis kembali. Berharap dengan pergantian theme ini, bertambah pula catatan-catatan yang nantinya ada di sini.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arif.romdhoni.com/2009/11/14/ganti-suasana/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hello world!</title>
		<link>http://arif.romdhoni.com/2008/02/02/hello-world/</link>
		<comments>http://arif.romdhoni.com/2008/02/02/hello-world/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 02 Feb 2008 03:56:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>arifromdhoni</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arif.romdhoni.com/?p=1</guid>
		<description><![CDATA[Welcome to WordPress. This is your first post. Edit or delete it, then start blogging!
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Welcome to WordPress. This is your first post. Edit or delete it, then start blogging!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arif.romdhoni.com/2008/02/02/hello-world/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Thank&#8217;s to Mr. Ihsan</title>
		<link>http://arif.romdhoni.com/2008/02/02/thanks-to-mr-ihsan/</link>
		<comments>http://arif.romdhoni.com/2008/02/02/thanks-to-mr-ihsan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 02 Feb 2008 04:03:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>arifromdhoni</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arif.romdhoni.com/?p=3</guid>
		<description><![CDATA[Jazaakallaahu khayran katsiyran kepada akhi Ihsan. Akhirnya domain ini bisa dijalankan  
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jazaakallaahu khayran katsiyran kepada akhi <a href="http://ihsan.syabani.org" title="mas ihsan sya'bani">Ihsan</a>. Akhirnya domain ini bisa dijalankan <img src='http://arif.romdhoni.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arif.romdhoni.com/2008/02/02/thanks-to-mr-ihsan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
