Hujan

Hujan
Alhamdulillaah. Puji syukur bagi Allah, Rabb semesta alam. Dalam beberapa hari ini, hujan senantiasa mengguyur di daerah tempat tinggal penulis. Rintik hujan yang teratur menghasilkan melodi yang merdu yang menemani rutinitas kami di sore hari. Sedangkan di bagian negeri yang lain, hujan masih tetap dinanti.
Turunnya hujan adalah satu dari sekian banyak nikmat yang Allah berikan kepada kita. Jika kita mencoba menghitung nikmat Allah, tentulah kita tidak akan bisa menghitungnya. Namun lihatlah sekeliling kita, atau bahkan pada diri kita sendiri, apakah kita bersyukur dengan hadirnya hujan tersebut, atau malah kita membencinya?
“Wah kok hujan ya?”, mungkin keluhan ini sering muncul dari mulut kita. Tak sadar kita telah mulai mengeluh atas nikmat yang diberikan kepada kita. Padahal jika Allah mencabut nikmat tersebut, siapalah lagi yang hendak memberikannya kepada kita? Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.
Di kala musim hujan seperti ini, mungkin sebagian dari aktivitas kita perlu untuk diorganisir kembali. Jika memang secara rutin di waktu tertentu hujan turun, itu lebih mudah bagi kita untuk menyesuaikan aktivitas kita. Adapun bila hujan turun sewaktu-waktu dan tidak bisa ditentukan waktunya, maka diperlukan persiapan kalau-kalau hujan turun. Jas hujan dan atau payung merupakan perlengkapan yang sebisa mungkin tidak ketinggalan. Tidak enak dong jika selalu meminjam punya orang lain, padahal orang yang dipinjami itu mungkin lebih membutuhkan dari kita.
So, jangan mengeluh jika hujan tiba. Jangan pula mengeluh jika panas masih terasa. Karena Allah telah menentukan nikmat-Nya bagi kita. Hendaknya kita senantiasa bersyukur kepada-Nya.
Enak hujan2, dingin…
Di jogja juga hujan terus pak
Mudah2an salak pondoh bisa berbuah melimpah
______________________________________________
Tidak menolak kunjungan Anda ke blog saia yang lain di http://rizaherbal.wordpress.com/
Membiasakan diri menjadi pribadi yang tak mudah mengeluh
Hujan, asyik