Pemadaman Listrik dan Earth Hour

Earth Hour Logo (Taken From Internet)

Earth Hour Logo (Taken From Internet)

Akhir-akhir ini, kembali sering muncul berita mengenai pemadaman listrik. Adanya pemadaman ini, mengingatkan penulis pada sebuah momen yang pernah gencar dikampanyekan, yakni Earth Hour.

Masih ingatkah di benak kita bahwa beberapa waktu yang lalu, sempat digembar-gemborkan mengenai E.H a.k.a Earth Hour. Dilaksanakan tepatnya pada tanggal 28 Maret 2009 pukul 20.30 WIB. Banyak media yang mengkampanyekan mengenai hal ini. Dan banyak pula orang-orang yang ikut mendukung hal ini. Mereka mematikan lampu-lampu dan barang-barang elektronis lainnya selama satu jam secara bersamaan. Dan disebutkan pula bahwa dengan adanya program ini, maka terjadi penghematan yang besar. Beberapa penghematan tersebut mungkin dapat dilihat di situs berikut:

http://www.earthhour.wwf.or.id/about.php

Perbedaannya, jika pada waktu tersebut, orang-orang secara “sadar” mematikan lampu, maka pada saat pemadaman listrik orang-orang “dipaksa” untuk tidak dapat menyalakan lampu. Dan respon yang terjadi pun berbeda. Orang yang melakukan dengan sadar tentu lebih dapat menerima daripada orang yang melakukan dengan terpaksa. Hasilnya, banyak komplain mengenai pemadaman bergilir ini.

Selain itu, tentu saja dari pihak industri juga terkena imbasnya. Bagaimana bisa berproduksi sedangkan listrik tidak menyala? Sedangkan mesin-mesin yang ada tentu saja membutuhkan pasokan listrik? Dan hal ini mungkin berdampak pada perekonomian yang lebih luas.

Mungkin kita memang telah mengalami kebergantungan dengan listrik. Lihatlah berapa jam sehari kita berinteraksi dengan alat-alat listrik. Misalnya: Komputer, televisi, radio, lampu, rice cooker, dan magic jar. Jika kita berkaca, apakah kita telah menggunakan peralatan tersebut dengan optimal?

Yah, mungkin terlalu idealis jika dikatakan secara optimal. Namun yang perlu dicatat bahwa hendaknya kita mulai interospeksi, matikan alat-alat yang memang tidak perlu dinyalakan. Tidak usah menunggu waktu-waktu khusus, tanggal sekian, jam sekian. Matikan televisi di saat tayangan yang tidak berguna, terutama saat tayangan-tayangan yang dapat memicu dosa. Selain kita memperoleh manfaat dari penghematan listrik, kita juga dapat manfaat dari pengendalian diri dan penjagaan hati.

Program Earth Hour yang dulu sempat digencar-gencarkan tentu saja hanya akan menjadi ritual belaka yang tidak memiliki makna jika pada akhirnya kita tidak pernah melakukan penghematan listrik dalam keseharian kita. Menurut hemat penulis, tidaklah perlu adanya E.H, yang lebih penting adalah bagaimana kita lebih berhemat dalam listrik, lebih efektif dalam penggunaannya, dan lebih efisien.

Adapun bila terjadi pemadaman di lingkungan kita, dapat diambil positifnya, bahwa kita bisa mencoba melakukan hal lain yang tidak membutuhkan adanya listrik. Tentu saja, kita juga berharap pemadaman listrik bergilir yang ada saat ini segera berakhir karena banyak industri yang tidak dapat berjalan tanpa pasokan listrik, serta tingginya kebutuhan kita akan adanya listrik.

  1. berhemat tuk masa depan :)

  2. Ehm..komen apa yah..

  3. yup… memang berhemat adalah sebuah keniscayaan\
    dan yang terpenting dari semua itu adalah kesadaran bahwa energi itu perlu dihemat juga dan kesadaran itu perlu proses. wah jadi ingat pas temen ngerjain skripsi dan tiba-tiba pemadaman rutin diadakan… hiii ngeriiii

    keep inspire another

  1. No trackbacks yet.