Menulis Arab di Wordpress

Untuk menulis arab sudah di-support di wordpress. Namun, bagi yang memiliki domain sendiri dan menginstall menggunakan fantastico mungkin pernah mengalami apabila mem-post tulisan arab, hanya muncul tanda tanya yang banyak. Saya pun mengalami hal ini. Alhamdulillah dengan sedikit perubahan, hal ini bisa diatasi. Perubahan yang perlu dilakukan ialah pada collation basis data. Collation yang bisa digunakan salah satunya `utf8_general_ci`.  Untuk materi-materi yang di-post, collation yang perlu diubah pada tabel `wp_posts` field `post_content`. Namun untuk lebih amannya, saya mengubah keseluruhan collation pada basis data yang digunakan dalam wordpress ini. Karena cukup banyak yang diubah, untuk saat ini kode belum bisa saya berikan. Insyaallah dalam kesempatan mendatang akan diberikan.

6 Responses to “Menulis Arab di Wordpress”

  1. hakim Says:

    ana bisa nuliah ‘Arab’ tanpa ada Masalah :P
    Jazaakallah infonya, insyaaAllah sedikit demi sedikit mau belajar nulis arab juga :)

  2. ihsan Says:

    Sy juga mengalami masalah yg sama.:)
    Jazaakallaah khair.

  3. arifromdhoni Says:

    @ihsan: Hehe, terinspirasi dari masalah antum. Alhamdulillah, melihat contoh hasil instalasi di localhost, dapat terselesaikan masalahnya. ‘Afwan, belum dikasih kode SQL lengkapnya (di versi wordpress lama ada tabel yang berbeda, mungkin ana akan upload versi yang ana pakai saja).

  4. arifromdhoni Says:

    @hakim: Iya, kalau menulis di wordpress.com insyaallah bisa. Tulisan ini terutama bagi yang meng-install sendiri dan ada masalah di pengaturan basis datanya (soalnya default di tempatku latin1_swedish_ci). Ditunggu tulisan arabnya :)

  5. hakim Says:

    maksud ane nulis tulisan “Arab” (itu guyonan, yang ternyata gak ketangkap :( )
    bukan nulis pake font/type arabic :P

  6. Julian Says:

    @hakim: he he, Mas Hakim jarang bercanda, sih. Jadinya dianggap serius :)

    Mas Arif, ditunggu lho, kode2nya! Btw, saya sering mengalami masalah kalo instalasi wordpress di domain sendiri. Ada tips2 ato best practices-nya nggak?

Leave a Reply